Satu Malam di Meru Betiri

 

-Selamat Datang di Taman Nasional Meru Betiri-

 

Kamis siang, di Stasiun Kalisetail

        14 Mei 2026, hari itu saya bersama seorang karib saya memulai perjalanan secara terpisah. Kami, masing-masing berangkat dari Surabaya dan Sidoarjo menuju Banyuwangi menggunakan kereta ekonomi yang nyaman. Perjalanan menuju timur pulau Jawa selalu menyenangkan bagi saya pribadi. Tidak terasa 5 jam berikutnya, kami tiba di stasiun Kalisetail, Banyuwangi. Sehari sebelumnya, kami telah memesan jasa sewa motor melalui media sosial dan membuat janji temu di depan stasiun. Sore itu matahari masih cukup terik, setelah melakukan serah terima kendaraan, kami siap memulai perjalanan kami kurang lebih 60km menuju tujuan pertama kami, Java Turtle Lodge Meru Betiri, sebuah komunitas yang menyediakan akomodasi dan melayani program tur ke konservasi Penyu di Taman Nasional Meru Betiri. Sekitar 1,5 jam perjalanan kami tempuh dari stasiun Kalisetail, anomali hujan deras di tengah pancaroba bulan Mei sempat mengiringi perjalanan kami, udara segar dan pemandangan hijau yang terbentang luas di depan kami hingga tiba di Jalan Sukamade yang tanpa sinyal membuat perjalanan ini cukup melelahkan namun berkesan. Setibanya di halaman Java Turtle Lodge, kami disambut ramah oleh beberapa staff yang menawarkan untuk membawakan barang-barang dan memarkirkan kendaraan kami. Setelah melalui proses administrasi, kami segera melanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Meru Betiri karna hari sudah mulai gelap dan awan mendung mulai datang.

        TN Meru Betiri sendiri cukup unik karna terdiri dari daratan dan pesisir seluas kurang lebih 58.000 hektar yang terletak di Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. TN Meru Betiri memiliki banyak flora dan fauna dilindungi, salah satunya adalah Penyu. Di dalam kawasan TN Meru Betiri, terdapat desa Sukamade dan Pantai Sukamade yang merupakan tempat singgahnya Penyu untuk bertelur dan lokasi unit konservasi Penyu yang dikelola oleh Balai TN Meru Betiri. Desa Sukamade berada ditengah kawasan TN Meru Betiri dan hanya memiliki 2 dusun, dusun pertama hanya dihuni oleh kurang lebih 15 kepala keluarga, dan dusun ke 2, dihuni oleh kurang lebih 200 kepala keluarga dan memiliki bangunan sekolah mulai dari TK sampai SMP. Akses menuju desa Sukamade cukup sulit karna medan cukup terjal, berbatu dan sedikit berlumpur bercampur air hujan, selain itu harus menyeberangi sungai dan jalan yang sempit. Kendaraan yang melintas kebanyakan truk pengangkut hasil perkebunan, mobil Jeep yang mengantarkan wisatawan, dan motor penduduk lokal. Malam itu kami diantar mas Hasan sebagai driver, dan mbak Fia sebagai tour guide kami. Saat melintasi area perkebunan, kami sempat berpapasan dengan sebuah truk pengangkut kayu sengon yang baru saja dipanen, untungnya, mas Hasan yang juga penduduk asli Sukamade, sangat berpengalaman dan menguasai medan, sehingga kami bisa sampai di desa Sukamade dengan aman. 


        Mobil Jeep yang kami tumpangi malam itu menempuh kurang lebih 2,5 jam perjalan untuk bisa sampai di kawasan TN Meru Betiri. Setibanya di sana, kami menginap semalam di penginapan milik Taman Nasional. Setelah kami memiliki waktu untuk bebersih dan makan malam, kami dikumpulkan bersama pengunjung lainnya. Para ranger memberi sedikit arahan sebelum kami menuju bibir Pantai Sukamade untuk melihat Mama Turtle bertelur. Dari penginapan Taman Nasional, kami harus trekking kurang lebih 700m melewati hutan. Sesampainya di bibir Pantai, kami harus menunggu dalam keadaan gelap tanpa penerangan sama sekali karna Mama Turtle tidak bisa bertelur di lingkungan yang terang. Kami harus menunggu para ranger mencari Mama Turtle hingga waktu yang ditentukan. Sambil menunggu, kami menikmati atap langit yang penuh bintang malam itu. Ombak Pantai Sukamade cukup tinggi dan sempat gerimis beberapa saat. Setelah menunggu hampir 2 jam, penantian kami berakhir. Kami berjalan menuju sisi pantai yang lain untuk bertemu dan menyaksikan Mama Turtle bertelur. Telur-telur itu harus segera di ambil oleh para ranger untuk diamankan dari ancaman predator yang ada, kemudian dibawa ke penangkaran untuk selanjutnya diletakkan dalam bak inkubasi yang lingkungannya dibuat semirip mungkin dengan lingkungan aslinya hingga menetas menjadi anak penyu (tukik), selama kurang lebih 60hari dan siap dilepaskan ke laut. Sementara Mama Turtle sedang sibuk nesting, para pengunjung dipersilahkan mengabadikan momen.


Keesokan harinya, di bibir pantai Sukamade.

        Pagi itu kami bangun lebih awal dan menuju ke penangkaran yang ada di seberang kamar penginapan kami. Kami melihat bagaimana tukik-tukik yang sudah siap dilepas seperti sedang bermain dan berlarian kesana-kemari. Masing-masing dari kami menerima 1 ember yang berisi kurang lebih 20 tukik yang telah siap dilepaskan ke laut. Kami kembali trekking menuju bibir pantai Sukamade yang debur ombaknya masih sebesar kemarin malam. Sesampainya di bibir pantai, kami melepaskan satu persatu tukik dan berpamitan. Dari semua tukik yang dilepas ke laut, kemungkinan hidup mereka hanya sebesar 1% sampai dengan 3%. Artinya, dari 1.000 tukik yang dilepas, hanya 1 ekor tukik yang mampu bertahan sampai dewasa dan akan kembali ke tempat dia lahir. 


        Saya sangat berharap pantai Sukamade dan Taman Nasional Meru Betiri akan selalu terjaga sampai kapanpun, sehingga tukik-tukik yang hari itu kami lepaskan, atau tukik-tukik yang telah dilepaskan pada-hari-hari sebelum dan sesudah hari ini, akan kembali ke pantai Sukamade dengan selamat dan bisa bertemu dengan anak cucu kami kelak, agar mereka tidak hanya bisa menyaksikan Penyu melalui buku-buku dan video-video dokumenter. Saya sangat berterimakasih kepada semua pihak yang telah membantu keberlangsungan hidup Penyu, khususnya yang ada di Taman Nasional Meru Betiri dan desa Sukamade. Selain itu, semoga pemerintah juga dapat memberi perhatian lebih untuk memudahkan akses menuju desa Sukamade agar memudahkan warga mendapatkan hak akses atas kesehatan dan pendidikan. Hari itu, perjalanan kami mengenal Penyu telah berakhir, kami kembali ke penginapan dengan perasaan yang penuh dan bersiap meninggalkan desa Sukamade. 

Perjalanan Meninggalkan Desa Sukamade

 

 

Sumber: 

 https://merubetiri.id

https://oliveridleyproject.org/sea-turtles-of-the-world/life-cycle-of-turtles/

#MeruBetiri #Penyu 

Komentar

Postingan Populer